Senin, 02 Februari 2009






DUA MACAM CARA BERAGAMA




Gordon W. Allport seorang psikolog yang bersimpati terhadap masalah agama ingin membuktikan bahwa orang-orang yang beragama lebih sehat mentalnya daripada orang yang tidak beragama. Menurutnya untuk bias membuktikan, harus didefinisikan dulu apa arti bergama. Ada dua macam cara beragama yakni ekstrinsik dan intrinsik.
Cara Ekstrinsik memandang bahwa agama sebagai sesuatu untuk dimanfaatkan, bukan untuk hidup dan kehidupan (something to use but not to live). Orang berpaling dari Allah tetapi tidak berpaling dari dirinya sendiri. Agama digunakan untuk menunjang motif-motif lain seperti kebutuhan akan status, rasa aman, harga diri. Orang-orang yang beragama dengan cara ini mengerjakan bentuk-bentuk luar dari agama seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya tetapi tidak didalamnya. Cara beragama yang seperti inilah yang kental dengan penyakit mental, yang akan melahirkan masyarakat yang sakit, penuh kebencian, irihati dan fitnah yang berkepanjangan.
Cara kedua, Intrinsik yang dianggap menunjang kesehatan jiwa dan kedamaian masyarakat, agama dipandang sebagai sesuatu yang dapat mengatur seluruh hidup seseorang, sebagai factor pemadu (unifying factor) antara dunia dan akhirat, fisik dan mental, ibadah mahdhah dan muamalah. Cara beragama seperti inilah yang terhujam dalam diri penganutnya sehingga agama mampu menciptakan masyarakat yang penuh dengan kasih sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar