Senin, 02 Februari 2009



DIMENSI PENTING AJARAN ALLAH SWT.

Bila kaum Nasrani memandang bahwa kasih sebagai tonggak agamanya, maka Islam memandang bahwa silaturrahim sebagai dimensi penting ajaran Allah. Silaturrahim merupakan perintah Allah yang kedua setelah takwa. (QS. 4 : 1) Nabi Muhammad SAW. Diutus tidak lain untuk menyebarkan rahmat (kasih sayang ) kepada seluruh alam.(QS. 21: 107) Ketika Allah menciptakan kasih sayang , Dia berfirman kepadanya,
“Aku Ar Rahman, Aku berikan kepadamu (kepada kasih sayang) Nama-Ku. Barang siapa menyambungkan engkau, Aku pun akan menyambungkan Diri-Ku denganmu. Barangsiapa yang memutuskan engkau, Aku pun akan memutuskan Diri-Ku denganmu”.
Ketika suatu hari Nabi SAW ditanya perihal orang yang salat pada malam harinya dan puasa di siang hari, tetapi ia menyakiti hati tetangganya dengan lidahnya, Nabi SAW menjawab dengan singkat, “ Ia di Neraka”. Secara Ekstrinsik ia beragama tetapi secara Intrinsik ia tidak beragama. Silaturrahim tidak bias dijalin dengan sekian kali lebaran, sekian kali hala bihalal apalagi sekian menit khotbah, tausiyah.
Thomas Merton dalam bukunya Mysticism in the Nuclear Age” mengatakan: “Anda tidak dapat mendatangkan kedamaian tanpa disertai amal shaleh. Anda tidak akan memperoleh tatanan sosial tanpa kehadiran kaum mistik, orang-orang suci dan nabi-nabi.” Di dalam Islam tidak ada lagi nabi, tapi tidak demikian dengan orang-orang suci. Orang suci adalah manusia yang bertakwa yang tanda-tandanya terdapat dalam QS. Ali Imran : 134-135.


134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui
.


[229] yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak Hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya Hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

1 komentar:

  1. Yusakti Rizki Bramantyo (29)
    "Menurut saya silaturahmi merupakan hal yang penting. Maka kita sebagai umat manusia harus saling mengeratkan tali silaturahmi, untuk menghindarkan kita dari perpecahan.
    ^_^ mohon diterima ya pak comment saya ^_^

    BalasHapus